Tata Cara Sa’i Umroh yang Benar Sesuai Sunah, Lengkap Beserta Doanya

Tata Cara Sa’i Umroh yang Benar Sesuai Sunah, Lengkap Beserta Doanya

tata cara sa'i

Tahukah Anda bahwa kesalahan dalam melaksanakan tata cara sa’i dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah umroh? Meski terlihat sederhana karena hanya berjalan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah, masih banyak calon jamaah yang belum memahami cara sa’i umroh sesuai sunnah. Padahal, sa’i merupakan salah satu rukun umroh yang wajib dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan.

Bagi masyarakat Madiun yang sedang mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci, memahami setiap tahapan ibadah sejak manasik menjadi bekal penting agar ibadah berlangsung dengan tenang dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Dalam artikel ini Anda akan mempelajari pengertian sa’i, dasar hukumnya, urutan pelaksanaan, doa yang dianjurkan, syarat sah, sunnah, hingga kesalahan yang perlu dihindari.


Apa Itu Sa’i?

Pengertian Sa’i 

Sa’i adalah ibadah berjalan kaki dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan sebagai bagian dari rukun umroh dan haji. Ibadah ini dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar ketika mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS.

Sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik, tetapi merupakan bentuk ketaatan, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.

Dasar Hukum Sa’i dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 158:

Artinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya sa’i dalam ibadah haji dan umroh. Allah SWT menegaskan bahwa Bukit Shafa dan Bukit Marwah termasuk syiar-syiar-Nya, sehingga berjalan di antara keduanya bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai spiritual. Karena itu, sa’i termasuk salah satu rukun umroh yang wajib dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan. 

Rasulullah ﷺ juga memerintahkan umat Islam agar mengikuti tata cara manasik sebagaimana yang beliau contohkan. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut:

Artinya:

Hadis ini menjadi landasan bahwa setiap rangkaian ibadah umroh, termasuk sa’i, hendaknya dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, memahami urutan, adab, dan tata cara sa’i yang benar merupakan bagian dari upaya meneladani sunnah beliau.


Kapan Sa’i Dilaksanakan Saat Umroh?

Urutan pelaksanaan ibadah umroh adalah sebagai berikut:

  1. Ihram dari miqat.
  2. Membaca talbiyah menuju Masjidil Haram.
  3. Melaksanakan thawaf sebanyak tujuh putaran.
  4. Melaksanakan sa’i antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
  5. Tahallul (memotong rambut).

Sebelum memasuki rangkaian tersebut, pastikan Anda telah memahami bacaan niat umroh agar pelaksanaan ibadah lebih mantap sejak awal.


Tata Cara Sa’i Umroh yang Benar

Memulai dari Bukit Shafa

Sa’i selalu dimulai dari Bukit Shafa. Saat tiba di Shafa, menghadap kiblat kemudian membaca takbir, tahlil, serta berdoa kepada Allah SWT.

Membaca Dzikir dan Berdoa

Tidak terdapat doa khusus yang wajib dibaca selama sa’i. Jamaah dianjurkan memperbanyak:

  • Takbir
  • Tahlil
  • Tahmid
  • Istighfar
  • Shalawat
  • Doa sesuai kebutuhan masing-masing

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah sa’i memberikan keleluasaan bagi jamaah untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Berjalan Menuju Bukit Marwah

Setelah selesai berdoa di Shafa, berjalan menuju Bukit Marwah dengan tenang sambil memperbanyak dzikir.

Perjalanan dari Shafa menuju Marwah dihitung sebagai putaran pertama.

Harwalah bagi Jamaah Laki-laki

Ketika melewati tanda lampu hijau, jamaah laki-laki disunnahkan melakukan harwalah, yaitu berjalan cepat atau berlari kecil.

Sedangkan jamaah perempuan tetap berjalan biasa tanpa harwalah.

Mengulangi Hingga Tujuh Putaran

Urutan putaran adalah:

  • Shafa → Marwah (1)
  • Marwah → Shafa (2)
  • Shafa → Marwah (3)
  • Marwah → Shafa (4)
  • Shafa → Marwah (5)
  • Marwah → Shafa (6)
  • Shafa → Marwah (7)

Mengakhiri Sa’i di Bukit Marwah

Setelah menyelesaikan putaran ketujuh di Bukit Marwah, rangkaian sa’i selesai. Selanjutnya jamaah melaksanakan tahallul sebagai penutup ibadah umroh.


Doa yang Dianjurkan Saat Sa’i

Saat berada di Bukit Shafa maupun Bukit Marwah, Rasulullah ﷺ membaca dzikir:

Dilanjutkan dengan tahlil:

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Selain itu, jamaah dipersilakan memanjatkan doa apa pun yang berisi kebaikan dunia maupun akhirat.


Syarat Sah Sa’i

Agar sa’i dinilai sah, beberapa ketentuan berikut harus dipenuhi:

  • Dilaksanakan setelah thawaf.
  • Dimulai dari Bukit Shafa.
  • Berakhir di Bukit Marwah.
  • Dilaksanakan sebanyak tujuh kali perjalanan.
  • Dilakukan di jalur sa’i yang telah ditentukan.

Sunnah Saat Melaksanakan Sa’i

Beberapa sunnah yang dianjurkan antara lain:

  • Berwudhu jika memungkinkan.
  • Memperbanyak dzikir.
  • Menghadap kiblat ketika berada di Shafa dan Marwah.
  • Berdoa dengan penuh kekhusyukan.
  • Harwalah bagi jamaah laki-laki.
  • Tidak mengganggu jamaah lain.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sa’i

Beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan jamaah adalah:

Salah Menghitung Putaran

Banyak jamaah lupa jumlah putaran karena kurang fokus. Gunakan alat penghitung atau ikuti pembimbing manasik.

Memulai dari Marwah

Sa’i wajib dimulai dari Shafa. Jika dimulai dari Marwah maka hitungan menjadi tidak sesuai.

Tidak Melakukan Harwalah bagi Laki-laki

Harwalah memang sunnah, tetapi bagi laki-laki dianjurkan untuk melaksanakannya pada area yang telah ditentukan.

Menganggap Doa Tertentu Wajib

Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan pada setiap putaran sa’i. Jamaah boleh membaca Al-Qur’an, berdzikir, maupun berdoa sesuai kebutuhan.

Terburu-buru

Berjalan terlalu cepat hingga mengganggu jamaah lain bukanlah adab yang baik. Laksanakan sa’i dengan tenang dan penuh kekhusyukan.


Hikmah Melaksanakan Sa’i

Sa’i mengandung banyak pelajaran berharga, di antaranya:

  • Melatih kesabaran dalam beribadah.
  • Mengajarkan ikhtiar sebelum bertawakal kepada Allah.
  • Meneladani perjuangan Siti Hajar.
  • Mengingat pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS.
  • Menumbuhkan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

FAQ

Apakah sa’i harus dalam keadaan suci?

Mayoritas ulama menyatakan wudhu bukan syarat sah sa’i. Namun, menjaga kesucian tetap lebih utama.

Apakah boleh berhenti saat sa’i?

Boleh, misalnya untuk beristirahat, minum, atau menunggu rombongan, kemudian melanjutkan perjalanan.

Apakah perempuan boleh sa’i ketika haid?

Apabila thawaf telah selesai dilakukan sebelum haid datang, maka menurut sebagian pendapat ulama perempuan tetap boleh melaksanakan sa’i.

Berapa jarak antara Shafa dan Marwah?

Satu kali perjalanan memiliki jarak sekitar 394 meter, sehingga total tujuh perjalanan mencapai sekitar 2,8 kilometer.

Apa yang dibaca selama sa’i?

Perbanyak takbir, tahlil, tahmid, istighfar, shalawat, membaca Al-Qur’an, dan doa sesuai kebutuhan. Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan pada setiap putaran.


Penutup

Memahami tata cara sa’i sesuai sunnah akan membantu jamaah melaksanakan ibadah umroh dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, selain mempelajari teori, calon jamaah juga dianjurkan mengikuti manasik agar lebih siap ketika berada di Masjidil Haram.

Apabila Anda sedang merencanakan keberangkatan, jangan lupa memilih paket umroh Madiun yang terpercaya agar perjalanan ibadah semakin nyaman. Anda juga dapat mengenal berbagai layanan dan pendampingan melalui Al Marwah Tour , yang menyediakan layanan all in mulai dari manasik, pengurusan dokumen, hingga pendampingan selama perjalanan ibadah.

Siapkan Ibadah Umroh Anda Bersama Al Marwah

Siapkan ibadah umroh Anda bersama Al Marwah. Dapatkan pendampingan manasik, layanan all in, serta pilihan paket umroh yang nyaman dan sesuai kebutuhan Anda.

👉 WhatsApp Konsultasi GRATIS sekarang melalui WhatsApp